Pembukaan Konferensi Internasional di Ruteng Bahas Katolik, Budaya, dan Masa Depan Pariwisata Asia
Pembukaan Konferensi Internasional di Ruteng Bahas Katolik, Budaya, dan Masa Depan Pariwisata Asia
Thu, 18 September 2025 12:41
Feature

Ruteng, unikastpaulus.ac.id – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng resmi membuka Konferensi Internasional bertema “Questioning Tourism: The Role of Catholicism in Asian Tourism” pada Rabu (17/9/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Utama Timur (GUT) lantai 5 ini akan digelar hingga 20 September 2025 dan menghadirkan para akademisi, pemimpin gereja dari dalam dan luar negeri, dan pejabat pemerintah. Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., dalam pidato pembukaan menekankan bahwa pariwisata tidak hanya menyangkut pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjadi sarana pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai iman.

Rektor Unika Ruteng Lepas Mahasiswa KKN Tematik 2025: “Pergilah dengan Damai, Berkaryalah dengan Cinta”Baca Juga:

“Pariwisata, ketika berakar pada rasa hormat, iman, dan kolaborasi, dapat menjadi pemicu pertumbuhan, bukan hanya dalam ekonomi, tetapi juga dalam pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pelestarian budaya,” ungkapnya. Bupati Manggarai, Heribertus G.L. Nabit, S.E., M.A., menyebut bahwa keunikan pariwisata Manggarai tidak semata terletak pada panorama alam, melainkan juga pada warisan iman Katolik yang berpadu dengan budaya lokal.

Baca Juga: Unika Ruteng dan Pemda Manggarai Berkolaborasi Atasi Stunting dan Kemiskinan lewat KKN Tematik 2025

“Sekitar 95% dari 329 ribu penduduk Manggarai beragama Katolik. Hal ini menciptakan karakteristik unik yang bisa menjadi kekuatan dalam pemasaran pariwisata berbasis nilai-nilai budaya dan religius,” tegasnya. Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Pater Sebastian Hobohana, SVD, menegaskan bahwa keuskupan dengan lebih dari 600 ribu umat Katolik siap mendukung pengembangan pariwisata yang selaras dengan misi Gereja.

Baca Juga: Pelantikan 54 Kader Synergoi Santu Paulus Ruteng: Meneguhkan Iman dan Karakter

Ia juga mengumumkan rangkaian perayaan Hari Pariwisata Internasional 2025 di Manggarai, termasuk festival budaya di Labuan Pajo.

“Kehadiran para peserta konferensi adalah berkat bagi kami untuk mencari perspektif baru tentang bagaimana Gereja menanggapi realitas pariwisata,” tuturnya. Antropolog dari National University of Singapore, Dr. Maribeth Erb, mengingatkan bahwa perkembangan pesat pariwisata di Labuan Bajo menimbulkan dilema.

Baca Juga: Prof. Kim Soo-Il dari Busan University Soroti Kerja Sama Ekonomi Korea-Indonesia di Unika Santu Paulus

Di satu sisi, pariwisata membuka lapangan kerja. Namun di sisi lain, jika tidak dikelola dengan bijak, pariwisata berpotensi menjadi industri ekstraktif yang merugikan masyarakat lokal.

“Gereja perlu melampaui sekadar promosi identitas Katolik dalam pariwisata. Gereja juga harus memastikan bahwa pariwisata tidak berubah menjadi bentuk eksploitasi baru, seperti halnya tambang di masa lalu,” tegasnya.

Perlu Dukungan Pendidikan Pariwisata

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, S.S., berharap Unika St. Paulus Ruteng dapat membuka program studi pariwisata.

Ia menilai langkah itu penting untuk mencetak sumber daya manusia lokal yang mampu mengembangkan potensi pariwisata Manggarai Timur.

“Pariwisata adalah salah satu sektor yang dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan akademik, kita bisa mengelola destinasi wisata secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.

Refleksi Historis: Jejak Katolik dalam Asal-usul Pariwisata

Koordinator ISAC, Dr. Michel Chambon, menutup sesi sambutan dengan refleksi sejarah. Ia menyinggung bahwa sejak awal, istilah tourism berakar dari tradisi Grand Tour para bangsawan Inggris abad ke-17 yang selalu menjadikan Italia dan warisan Katolik sebagai tujuan utama.

Baca Juga: Unika Ruteng akan Gelar Konferensi Internasional “Questioning Tourism” Bahas Peran Katolik dalam Pariwisata Asia

“Hubungan antara Katolik dan pariwisata tidak hanya terjadi di Eropa, tetapi juga di Asia. Hingga kini, Italia dan Eropa Selatan tetap menjadi destinasi utama kalangan elit Asia” paparnya.

Kegiatan Pembukaan konferensi internasional ini berkahir dengan penandatangan MoU antar ISAC dan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.

Penulis Berita: Selvianus Hadun

Berita

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

Unika Ruteng Raih 3 Piagam Penghargaan dari LLD...

20 October 2025

Ruteng, unikaspaulus.ac.id – Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus ...
Mahasiswa Pendidikan Matematika Unika Ruteng Ba...

20 October 2025

Manggarai, unikastpaulus.ac.id – Program Studi Pendidikan Matematik...
Dr. Marselus Ruben Payong Paparkan Kebijakan KK...

6 August 2025

Ruteng, unikastpaulus.ac.id – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Sant...
Launching Dies Natalis ke-66 Unika St. Paulus R...

23 March 2025

Ruteng, unikastpaulus.ac.id – Unika St. Paulus Ruteng res...
Scroll to Top